Labuan Baju, Flores, NTT

Taka Makassar
Tempat yang saya malas datangi pada awalnya, karena sudah terlalu mainstream tinggal di kapal, mandi, makan gimana ya?
Tapi, ternyata saya diajak oleh kakak saya yang hobi traveling, dan berhubung kita berangkat pas lebaran kedua,setidaknya kakak saya membantu saya dari pertanyaan kapan nikah? Pacarnya siapa ? Setiap tahunnya. Pertanyaan yang tidak pernah punya titik terakhir.
Sebelumnya kakak saya sudah pernah ke Labuan Bajo, tapi belum pernah untuk sailing. Akhirnya kita coba ikut open trip sailing selama 3 hari 2 malam.
Hari pertama tiba, di Bajo kita stay di Hotel Blue Ocean untuk 1 malam saja, hotel ini bersih dan tempatnya strategis, dekat dengan dermaga Labajo, kamu bisa request untuk view laut ya karena bisa lihat sunset, dan juga untuk breakfast di Rooftop sambil melihat segala kegiatan aktifitas di Dermaga.
Tibalah hari kedua, dimana kita akan melakukan sailing, kapal yang kami gunakan yaitu semi phinisi dengan muatan puluhan, tetapi untungnya anggota kami hanya ada 9 orang. Jadi, tidak terlalu ramai dan sangat leluasa. Dan juga untuk Guidenya sangat ramah dan mengerti apa yang kita inginkan yaitu foto-foto tanpa batas, mulai dari kamera profesional, underwater dan drone sudah termasuk dalam paket.
Spot pertama yang kami kunjungi adalah pulau kelor, karena tidak terlalu jauh dengan dermaga Labajo, untuk bisa sampai keatas pastikan kamu tidak memakai rok ya untuk treknya hanya mengandalkan tingkatan pasir dan beberapa kerikil bebatuan, tanpa adanya bantuan tangga, saat itu udara sangat terik sekali. Sebelumnya saya sudah menaklukan Ijen, jadi untuk trek seperti ini saya bisa tangani dengan mudah, hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk sampai ke atas. Kelor, pemandangan indah sekali warna air laut, bukit-bukit disekitar, dan juga kapal-kapal bersandar.

Ketika turun, saya membeli air kelapa panas dan haus cocok sekali sambil minum air kelapa batok untuk harganya masih terjangkau Rp. 30.000,- .
Kami bergegas untuk melanjutkan ke Spot ke-dua yaitu strawberry stone, adalah tempat bebatuan yang mempunyai warna Pink.
Selama perjalanan, saya dibuat terkesima oleh makanan yang disajikan sungguh nikmat sekali, ombak yang tenang, lautan yang terik , atau mungkin saya juga sedang lapar.
Tiba di Spot kedua, kami menunggu matahari sampai tidak terik, karena batunya juga akan ikut panas, kami tetap menunggu diatas kapal berbincang dengan kapten tentang Pulau Komodo ini.
Ketika, matahari sudah mulai bersahabat kita mulai sedikit mendaki untuk mencapai puncak bebatuan berwarna pink itu.
Sampai diatas mulailah, kami beraction ria untuk mendapatkan angle terbaik karena memang warna batu ini sangat unik, sebenarnya spot ini tidak banyak orang yang tahu. Beruntungnya kami bisa kesana.
Setelah spot kedua selesai, kami mulai melaju kembali ke pulau kelelawar, untuk menikmati sunset dan melihat banyaknya kelelawar yang keluar dari pulau itu, warna langit yang merah membuat saya jatuh cinta dengan spot ini, cantik sekali ya Tuhan.
Sungguh sangat menikmati dan saya sangat-sangat bersyukur, indahnya Indonesia kenapa tidak dari dulu saya ketempat ini?
Langit sudah mulai gelap, kapal kami menuju ke spot ketiga untuk keesokan harinya, selama perjalanan ternyata memang makanannya sangat sangat enak meskipun sederhana dalam penyajian. Makan malam yang sangat berkesan untuk saya, sangat sederhana karena bisa menyatu dengan alam terutama laut. Setelah mandi, sepanjang jalan kapal melaju dengan ombak yang berguncang, saya melhat banyak sekali bintang-bintang indah bermunculan, mendengar suara ombak, hening, ditemani musik yang saya dengarkan dari headset, dan juga saya mengambil langkah untuk menulis di Jurnal pribadi saya, menulis tentang indahnya alam indonesia yang dinikmati dengan berlayar.
Malam pun tiba, kapal kami bersandar di sekitar pulau padar, mempersiapkan stamina untuk menangkap sunrise.
Kegelapan yang sangat indah dan damai dalam hidup saya.
Fajar pun akan tiba pada waktunya, kami mulai bergegas cepat untuk bisa sampai ke puncak, sebelum matahari menampakkan dirinya.
Tidak perlu mandi, kamu hanya cukup touch up saja, pastikan kamu membawa tas kecil seperlunya, dan membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik, jangan lupa untuk outfitnya memakai warna yang eye catching ya.
Pulau padar adalah spot favorit saya setelah Bat Island, kamu tidak perlu khawatir untuk sampai diatas, karena sudah dibuatkan tangga yang membuat kamu nyaman dan aman sampai puncak.
Indahnya matahari pagi sampai menusuk kedalam benak saya, sejujurnya di kota metropolitan jakarta saya tidak pernah melihat sunrise seindah ini, dengan bukit-bukit tinggi seakan saya berada di film Jurassic Park.
Setelah dari Pulau Padar, kami lanjut untuk menuju ke Pantai Pink, dan kami disambut goncangan ombak tinggi yang membuat makan siang kami sedikit tidak menikmati, karena memang kami terlalu lama menghabiskan waktu di Pulau Padar.
Tibalah kami di Pantai Pink, memang warna pasir yang berawarna Pink memukai kami, dan sebetulnya ada beberapa spot Pantai Pink ini, beruntungnya Guide kami membawa kami kesana, dan tidak banyak orang, pastikan kamu tidak lupa untuk memakai Sun Lotion yang bebas dari Paraben & Paraffin ya, untuk menjaga ekosistem laut kita. Matahari sangat bersahabat sekali dikala itu, tidak heran saya mendapatkan sunburn di tempat ini, berkunjung kepantai dengan matahari yang terik adalah hal yang saya sangat suka. Tanpa harus ketakukan kepanasan.

Pink Beach
Kegiatan kami dipulau ini bermain air, dan juga berfoto-foto, ada yang kurang saya tidak membawa floaties. Pantai Pink ini sangat indah sekali, airnya tenang, membawa saya akan perasaan damai, apalagi jika dikombinasikan dengan Strawberry Stone, akan lebih indah.
Berikutnya kita mengunjungi ikon dari perjalanan ini yaitu Pulau Komodo, sebenarnya ada dua pulau yang dihuni oleh komodo-komodo ini yaitu Pulau Rinca, dan Pulau Komodo. Kami mendatangi pulau komodo, pastikan khusus untuk wanita kamu sedang tidak lagi datang bulan ya, karena itu sangat berbahaya. Sayang sekali, untuk bulan enam ini, komodo sedang mating season, jadi mereka berburu ke hutan, hanya ada 2 komodo yang dapat kita temui, selama perjalanan tidak usah khawatir kamu akan ditemani oleh ranger, dan saya banyak berbicara untuk mengetahui tentang si Komodo ini.
Lanjut untuk spot berikutnya yaitu Taka Makassar, pulau hamparan pasir putih yang ada ditengah laut, dan tidak pernah tenggelam, disini kami bermain air juga bisa snorkeling, tapi tetap hati-hati karena arusnya di pulau ini lumayan kencang.
Setelah bermain air di Taka Makassar, kami menuju ke Manta Point, tetapi kami tidak beruntung tidak bisa melihat Manta dari atas kapal, karena matahari sudah mulai turun, diakibatkan terlalu lamanya kami di Pulau Padar.
Jika, kamu bisa melihat manta, tidak menutup kemungkinan kamu bisa berenang, balik lagi ya semua persetujuan dari sang kapten.
Malam terakhir di Kapal, kapal kami melaju ke spot terakhir untuk keesokan harinya, dan menikmati makan malam yang super sekali lezatnya, kapal sudah bersandar di sekitar Pulau Kanawa, kami pun terlelap, untuk menutup segala aktifitas di hari ke-2.
Pulau cantik kanawa sudah terlihat dari kejauhan kapal kami bersandar, dan kami siap-siap untuk memakai perlengkapan snorkeling, saya suka sekali keindahan bawah laut kanawa karena dipenuhi ikan-ikan yang cantik, dan juga beberapa hewan laut lainnya.
Snorkeling adalah hal yang saya nanti-nanti untuk berkunjung ke Labajo ini, saya adalah orang terakhir yang menghabiskan waktu banyak untuk berenang bersama ikan-ikan, tidak peduli seberapa keriputnya telapak tangan saya.

Kanawa Island
Sepuasnya kami bermain air di kanawa, kami mulai bergegas meninggalkan pulau itu, bersiap-siap mempacking semua barang-barang.
Dan disinilah spot terakhir kami, sebelum kembali ke Dermaga Labajo.
Ini adalah tempat salah satu yang indah di Bagian Indonesia Timur.
Terima Kasih Labajo, berlayar denganmu sungguh kepuasan tersendiri untukku.
9 Juni 2019.




