Hi……… It’s been a long time i don’t share an amazing place with you guys. Are you ready ? 🙂
Yup, sekitar 5 bulan sebelumnya sudah merencanakan semua untuk liburan di akhir tahun 2019, bagaimana bisa untuk mengakhiri tahun 2019 dengan liburan yang beda dari sebelumnya. Mulai mencari ide dimana tempat yang belum banyak orang tau dan tidak terlalu ramai. Setelah lihat dari beberapa referensi okay tempat yang kita kunjungi, lebih ke alam yang terbuka alias hutan-hutan indah di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Langkat yaitu Tangkahan, tempat ini memang banyak menyimpan kejutan dan hanya bisa dirasakan di Tempat ini, sebelum adanya video klip adu rayu,saya dan teman saya sudah memang mengincar tempat ini. Soal budget untuk paket private berdua hanya memakan biaya kurang lebih 3 juta/orang 4d3n Tangkahan+Bukit lawang. Jika banyak orang akan lebih murah tentunya 🙂
Hari Pertama tiba, hal yang ada dipikiran saya bahwa adalah tidak berekspetasi apa-apa tempat ini, entah mau makan atau tinggalnya dimana saya hanya mengikuti saja. Sampailah saya dan teman saya di Medan, Kuala Namu Airport .Trip kali ini saya mengambil private trip, karena tujuan kita memang mau mengenal alamnya secara detail. Dari kuala namu ke Tangkahan memakan waktu -/+ 4 Jam dengan perjalanan darat, dan kita menyempatkan untuk sarapan di Soto Sinar Pagi, atas dasar rekomendasi teman saya. Makan soto enak Pagi Hari di Kota flight pagi membuat kita kurang tidur, tapi sepanjang jalan saya tidak bisa tidur, banyak berbicara ke Pak Bobby (Driver) mencari tahu tentang masyarakat sekitar, adat, dan juga bagaimana mereka mencari nafkah. Sepanjang jalan ditemani pohon-pohon sawit karena itulah adalah mata pencaharian mereka sehari-hari.
Jangan lupa yaa back soundnya sambil baca blog ini Adu Rayu (Glenn, Yovie & Tulus) 😀
Sampailah kita di Desa kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara di sinilah tempat surga tersembunyi berada. Tangkahan !
Yeay Pertama hal yang kita lakukan adalah makan siang dengan pemandangan Hutan dan juga Suara sungai, benar-benar dibuat terpukai dengan Alam sekitar di Tangkahan Inn ini, tempat kita tinggal untuk 1 Malam saja, dan restorannya sangat alami, mejanya pun kokoh terbuat dari Pohon apa ya lupa namanya. Kalian harus tau, makanan yang disajikan super lezat, awalnya saya tidak mau berekspetasi apa-apa pokoknya mengikuti saja dan ternyata semuanya seperti berada di luar dunia tersendiri. Coba minuman Tangkahan Inn ini signature mereka, apalagi kalau minummnya setelah kalian bermain air. Sangat hangat kebadan dan rasanya autentik, yang kalian bisa dapatkan hanya di Tangkahan Inn.
Kegiatan hari pertama yaitu ke Air Terjun kecil di Sungai Buluh, yang kita jelajahi kurang lebih 20 menit berjalan kaki, dan melewati jembatan yang pertama kali dibuat oleh penduduk setempat.
Air Terjun di Ekowisata Tangkahan
Air terjunnya sepi dan rasanya seperti shower pribadi, dan selanjutnya kita ke Menuju Sumber Air Panas, kurang lebih 15 menit dari Air Terjun ini, menyebrangi sungai dengan menggunakan ban jika kalian tidak bisa beranang, dan jika bisa berenang juga berhati-hati karena arusnya sedikit deras. Beberapa menit kita menepi untuk menghangatkan badan, dan menyebrang kembali menepi sejenak sambil menikmati suara arus sungai yang indah ini.

Tangkahan Ecotourism
Senja menjelang, kita kembali ke tempat penginapan, dan rasa lapar menyelimuti, saatnya kita pesan Indomie Rebus, hmm… mau dimanapun makanan ini memang selalu dirindukan dengan keadaan dingin setalah bermain air dan juga minumannya Tangkahan Inn yummy :p

Tangkahan Inn Signature 
Indomie Masak Telur
Dan sejenak melihat ke angka 3 jarum jam, meja sebelah sedang didekorasi oleh para pelayan tampan-tampan yang ada hanya ada di Tangkahan Inn, terfikir bahwa nanti malam akan ada yang di propose. Wah bahagianya yang di propose di tempat ini, romantis sekali (sambil menghayal) hehe.
Malam pun tiba, setelah mandi dan kita mulai lapar lagi, bergegas menuju restauran untuk makan malam dan melihat semua meja sudah didekorasi dengan bunga-bunga dan juga daun-daun, seakan kita tercengang bingung kita mau makan dimana kalau semua meja dihias seperti ini, dan ternyata ini adalah pelayanan plus mereka, setiap tamu yang menginap di Tangkahan Inn, kalian akan dapat makan malam romantis seperti ini. Makanan yang disajikan luar biasa enaknya, saya tidak cukup dengan 1 piring. 😀

Dinner Time
Tiba Hari Ke-2 ini adalah hal yang saya tunggu, yaitu melihat gajah dan Melihat Jembatan Adu Rayu Tangkahan!

Tangkahan Ecotourism

Elephant conservation Tangkahan
Gajah-gajah di Tangkahan semua sudah terlatih, yang kita lakukan adalah memandikan gajah,dan memberinya makan buah-buahan. Perkenalkan ini adalah Agustine, sangat manja selagi dan dia nurut dengan Pak Johny a.k.a Mahoutnya Agustine.
Di Penangkaran Gajah Tangkahan ini, setiap gajah mempunyai mahoutnya masing-masing.

Tim CRU Tangkahan
Saya sengat senang, diberi kesempatan untuk ikut menaiki gajah menuju ke kandang mereka untuk makanan yang sudah disiapkan oleh Tim CRU Tangkahan. karena sangat terbatas hanya boleh satu orang dengan satu gajah, tambahan biayanya Rp.100.000 ini diluar memandikan dan memberi makan diarea sungai ya. Memberi makan mereka dengan cara seperti ini adalah kebanggan tersendiri untuk saya, rasa bahagia dan bersyukur bisa melihat, memeluk mereka adalah pencapaian yang tak terduga di Tahun 2019.

Olivia 
Olivia and her child Eropa
Dan saya juga diberi kesempatan untuk berfoto dengan si Jantan dengan gadingnya yang paling tampan, karena banyak wanita yang ingin sekali berfoto dengan Theo.

Theo Pejantan Tangguh
Setelah puas dengan Gajah-gajah, bergegas kembali untuk akifitas selanjutnya untuk trekking jangan lupa membawa baju ganti dan memakai sepatu yang nyaman. Ketika trekking kalau kalian beruntung bisa makan durian dari pohonnya langsung dan di tengah hutan, wow ! sayangnya pas di cek Abang Ica (guide) kami, sudah ada yang memakan dulian duriannya. Hmm…. Tapi tidak apa, sepanjang jalur trekking saja sudah cukup puas, karena benar-benar indah alamnya, tak lupa saya membawa speaker portable, sambil mendengarkan lagu-lagu favorite juga untuk bisa meresapi setiap hal-hal yang saya lihat disekitar, percaya deh kalau ada musik pasti tidak akan berasa capeknya. 🙂

Tangkahan EcoTourism
Untuk bisa sampai ke tujuan melakukan Tubing, diperlukan waktu +/- 1,5 Jam, Jika kamu lebih cepat tidak sampai 1 Jam.

Tangkahan 
Sampailah dimana tempat untuk melakukan Tubing, melihat air dari warna khas sungai di kawasan Tangkahan.
Takjub dibuat dengan Alam Tangkahan ini, sangat hening dari keramaian. Sudah memasuki jam makan siang, dan saya dibuat terpukau dengan laki-laki disini sangat romantis, lagi ? kenapa? karena mereka menyajikan makan siang kami dengan sangat cantik, menjadikan alas makan kami dari tumpukkan batu dan tidak lupa bunga-bunga segar yang baru dipetik untuk mempercantik sajian makan siang kami di tepi sungai ini.
Masakan yang disajikkan sangat menggugah selera saya, karena ada Daun Singkong Tumbuk dicampur dengan Takokak. Semuanya sangat sempurna ! Terima Kasih Tuhan hari itu benar-benar tidak terlupakan. Setelah kita selesai makan, disebrang sungai ada Sumber Air Panas lagi, saya lebih suka disini untuk Air Panasnya terlihat lebih natural, karena di dalam Goa dan saya sedikit penasaran dari mana air panas ini berasal. Sangat dipersilahkan untuk anak Geologi yang lebih mengetahui :p
Setelah semua selesai di Spot ini, lanjut kita mulai untuk Tubing, tenang barang kalian akan aman dari air 100% , semua barang-barang disimpan di dalam plastik besar, 1 Orang 1 Ban, kemudian di ikat Vertikal sejajar, dan posisi paling depan diisi oleh saya, dan posisi kedua diisi teman saya, dan terakhir Abang Ical menjaga barang kita, sambil menjadi nahkoda kami, selama perjalanan tubing ada hal yang saya sesalkan yaitu tidak membawa Gopro,rasanya sesalpun tidak akan hilang sampai sekarang, karena pemandangannya sangat indah sekali, pohon-pohon cantik dan arusnya juga tidak berbahaya. Saya terus bercengkarama dan berteriak bahagianya pada saat itu, sangat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perjalanan tubingpun hampir sampai, rasanya saya ingin kembali ke spot awal, karena memang pemandangannya sangat indah dan baru saja saat itu saya menyadari The Real Hidden Paradise.
Sedih, karena harus meninggalkan Tangakahan secepat ini, ternyata satu malam tidak akan cukup untuk menikmati surga tersembunyi ini.
Sedikit saya ingin menceritakan Tangkahan, tidak hanya alamnya yang indah dan alami. Tetapi, saya menemukan ketulusan dan kebaikan masyarakat sekitar, mereka sangat ramah dengan pengunjung lokal maupun non lokal, ini adalah pengalaman trip terbaik saya selama 2019. Saya sangat menyarankan buat kamu yang memiliki jiwa petualang, dan mau mengenal masyarakat setempat, Tangkahan adalah tempat yang kamu bisa dapatkan semuanya disana, bukan tentang kemewahan tapi belajar mensyukuri kesederhanaan juga tentang menjaga alam Indonesia. Saya berharap, dengan tulisan saya tentang Tangkahan, dapat meningkatkan pengunjung lokal maupun non lokal, otomatis kalian dapat membantu perekonomian mereka, agar Tangkahan tetap dikelola terus-menerus oleh penduduk setempat. Semoga saya bisa ketempat ini kembali 🙂
Tetap jaga kebersihan untuk Alam kita.
Saya akan menceritakan lebih lanjut mengenai Bukit Lawang yang tidak kalah menarik untuk blog berikutnya.
Jangan lupa untuk meninggalkan komen kalian 🙂
Terima Kasih kepada Kak Una untuk Agent trip kali ini, https://www.instagram.com/tangkahan.ecotourism
Abang Darwin, Abang Ica dan Abang-Abang Tampang lainnya (Tangkahan Inn). https://www.instagram.com/tangkahaninn

















